"SELAMAT DATANG DI BLOG ORANG BERPENDIDIKAN,BICARA TENTANG BANYAK HAL DAN BERBAGAI MACAM HAL**********WELCOME TO ORANG BERPENDIDIKAN BLOG, TALKING ABOUT MORE TOPICS AND MANY KINDS OF TOPIC"
"^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^**********************^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^"

Wednesday, April 4, 2007

BEDA JALAN SATU TUJUAN

Ketika masih usia SLTP penulis pernah terlibat dalam adu argumentasi, yang diadakan remaja masjid tempat penulis tinggal. Saat itu yang di argumentasikan adalah masalah islam, dan berargumen masalah islam klasik seperti doa qunut dan solat tarawih. Saat itu penulis ikut berpartisipasi berbekal pengetahuan yang penulis miliki.

Setelah selesai adu argumentasi, dari pihak aparat desa dalam hal itu diwakili kepala desa dan kaur kesra memberi pesan jangan sampai perbedaan ini menjadikan kami saling menjauhi satu sama lain. Alkhamdulillah setelah itu persaudaraan diantara kami semua masih tetap mesra satu sama lain. Sebenarnya saat itu penulis agak kesal dengan pengubahan ibadah dimasjid. Maklum saat itu penulis masih kecil dan belum genap usia 14 tahun. Tetapi setelah argumentasi tersebut, tahun kemudian dan mungkin sampai saat penulis menulis ini tulisan, masjid tempat tinggal penulis menggunakan cara ibadah seperti penulis inginkan.

Setelah penulis tambah usia dan lebih dewasa ternyata penulis sadar, bahwa apa yang dilakukan penulis saat itu terlalu agak memaksakan ambisi, ambisi agar semua orang sama dengan pikiran penulis. Padahal itu tak mungkin dan tak boleh dilakukan.

Dalam islam perbedaan adalah rahmat. Dengan perbedaan seseorang akan tambah dewasa dan cerdas. Begitupun orang yang melihat perbedaan maka dia akan berpikir untuk mengikuti yang mana yang sesuai dengan jalan pikiran dan masuk diakalnya.

Belakangan ini penulis sering melihat tayangan di tv yang isinya penganiayaan masyarakat terhadap warga ahmadiyah. Bagi penulis itu adalah hal memilukan dan memalukan. Apalagi yang melakukan adalah sesama muslim yang sama-sama menyembah Tuhan yang sama.

Ahmadiyah dalam pikiran penulis adalah jalan lain menuju ridhoNya. Seperti jalan-jalan yang lain macam NU, Muhammadiyah, LDII dan lain-lain yang sudah ada sebelumnya.

Jika penulis ambil contoh. Penulis ingin ke jakarta dari tempat lahir penulis ( purworejo). Penulis bisa lewat cirebon, cikampek dan sampailah di jakarta. Begitu pula bisa lewat bandung penulis akan lewat puncak, bogor dan sampailah di jakarta. Ternyata setelah cirebon kita bisa lewat jalan lain selain melewati indramayu, yaitu lewat jalan tengah kota subang. Jalan lewat subang dari cirebon ke jakarta sebelum tahun 2000 jarang dilalui. Atau mungkin orang belum menemukannya, jadi saat itu jalan ke jakarta ya cuma lewat indramayu. Setelah tahu khan banyak yang melewati.

Begitulah penulis berpikir mengenai ahmadiyah. Jadi ahmadiyah adalah jalan lain/jalan alternatif lain. Sama seperti jalan ke jakarta melalui subang. Jika jalannya enak pasti banyak yang lewat tapi belakangan banyak yang mengeluh karena jalannya jelek dan banyak pungli.
Ahmadiyahpun demikian kalau jelek dan sesat (kata orang), pasti lama kelamaan pada kagak mau melaluinya. Kenapa harus dengan kekerasan? Biarkan warga ahmadiyah hidup berdampingan dengan kita. Takut kecantol? ya kalau masuk diakal kita kenapa tidak? kalau akal gak bisa terima kita juga gak mau. Tapi khan tidak boleh memaksakan kehendak. Sama kita hidup berdampingan dengan agama lain khan juga gak harus ikut agamanya.
Aneh memang, pada berpendidikan tapi pakai kekerasan. Sesama muslim kita harus bisa hidup berdampingan. Untuk yang lebih luas sesama manusia kita harus hidup berdampingan. Apapun agamanya kita tak boleh saling menggangu dan memaksakan keyakinan kepada orang lain.
Untuk sesama muslim, kita boleh beda aliran tapi tujuan kita sama Allah swt. Ahmadiyah hanyalah satu jalan yang kita temukan sekarang. Mungkin suatu saat masih ada jalan alternatif lain yang lebih enak dilalui. Sama dengan jalan menuju ke jakarta yang sekarang makin banyak di temukan jalan alternatifnya, yang beberapa tahun yang lalu belum ada/ belum diketemukan banyak orang.
Jadi, beda jalan satu tujuan.

1 komentar:

R. Ali Bt. said...

Saya sangat sejuk membaca postingan Anda.