ADALAH BAIK MENJADI ORANG PENTING, TAPI LEBIH PENTING MENJADI ORANG BAIK

Thursday, July 21, 2016

UMAT ISLAM AKAN HANCUR KARENA UMAT ISLAM SENDIRI

Beberapa yang saya ingat ketika sholat Iedul fitri 1437 H yang baru lalu, ada beberapa catatan yang saya masih ingat yang akan saya tuangkan di sini.

Pada saat selepas sholat dan khutbah Idul Fitri, ada beberapa tausiyah yang disampaikan oleh imam sholat menjelang kami semua bersalaman dan untuk selanjutnya membubarkan diri.

Saat itu imam sedang bercerita tentang bom yang meledak di mapolresta surakarta beberapa hari menjelang sholat Idul Fitri. Bahwa orang yang melakukan bom bunuh diri di mapolresta surakarta bukanlah jihad melainkan orang jahat. Orang yang beragama tidak akan menyakiti dirinya sendiri apalagi saudaranya. 
Kemudian Beliau mengutip hadits Nabi Muhammad SAW, terjemahan pastinya saya kurang hafal.
Tapi intinya adalah bahwa Nabi Muhammad pernah berdoa meminta tiga permohonan kepada Allah swt. Yang dua dikabulkan dan yang satu tidak dikabulakan.

Doa yang pertama, nabi Muhammad meminta kepada Allah agar umatnya jangan Engkau hancurkan umatku dikarenakan kelaparan. Dan ini dikabulkan oleh Allah, dengan wujud bahwa orang yang kelaparan karena sedang berpuasa tidak ada yang mati karenanya. Bahkan Allah memberikan makanan berlebih ketika berbuka puasa. Ini dapat kita lihat, semiskin-miskinnya orang yang berpuasa biasanya minimal ketika berbuka akan tersedia makanan walaupun ala kadarnya. Biasanya malah lebih enak daripada ketika mereka tidak berpuasa.

Doa yang kedua nabi Muhammad meminta kepada Allah agar umatnya jangan Engkau hancurkan umatku karena ditenggalamkan, seperti Allah pernah menghancurkan umat nabi Nuh.
Dan Allah mengabulkan doa ini. walupun ada sebagian saudara kita yang diterjang tsunami, tapi tidak sampai menghabiskan umat yang jika dihitung persen dengan perbandingan yang hidup tidak seperti jaman nabi Nuh. Bahkan jika kita mengikuti madzhab Syafi'i, bila ada umat Muhammad yang meninggal karena tenggelam akan dihitung meninggal karena Jihad(dijamin masuk surga).

Doa yang ketiga nabi Muhammad meminta kepada Allah agar umatnya jangan Engkau hancurkan karena terpecah belah (berbeda pendapat) dengan saudaranya sendiri.
Dan Allah tidak mengabulkan doa ini.
Akibatnya bahwa perpecahan umat/kehancuran umat islam bukan disebabkan oleh umat agama lain. Hancurnya umat islam karena perpecahan dan saling bertengkar dengan saudaranya sendiri. Demikian adalah sunatullah yang tidak akan terelakkan. Bahkan nabi Muhammad dalam haditsnya telah mengatakan bahwa umatnya akan terpecah menjadi 73 golongan, dan hanya satu yang selamat yaitu golongan ahlu sunnah wal jamaah.

Setelah ceramah di hari raya tersebut, beberapa hari kemudian, terdengar berita tentang kudeta militer di turki. yang diprediksi bukan pertarungan antara golongan islam versus sekuler. Tetapi yang bermasalah adalah islam versus islam.

Walaupun itu sudah sunatullah, kita harus berusaha agar islam tetap menjadi agama yang damai dan rahmatallilalamin. Itulah jihad kita saat ini, untuk mewujudkan hal tersebut.

Hal ini semakin membuat kita harus instropeksi, bahwa kita semoga masuk golongan orang-orang yang diberi petunjuk jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang oleh Allah diberikan rahmat, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orang yang tersesat.
Semoga kita berada di golongan orang yang selamat yaitu golongan ahlu sunah waljamaah.

Amiiin
Wallahu a'lam













Friday, September 4, 2015

CERITA (nya) TENTANG KOMITMEN.....?

Dua minggu lalu, tepatnya 14 Agustus 2015, saya ada dipanggil oleh General Manager salah satu perusahaan yang berkantor di APL Tower Jakarta Barat.
Saya di undang untuk diajak bergabung dengan tempatnya bekerja. Kebetulan beliau pernah menjadi atasan saya di perusahaan lain. Satu setengah tahun lalu perusahaan tempat beliau juga pernah mengajak gabung, tapi saat itu saya belum bisa, karena saya baru saja menandatangani perpanjangan kontrak kerja. Kalau saya mau, kenapa kemarin saya harus minta tanda tangan untuk perpanjangan kontrak. Setelah saya tandatangan kontrak kerja, baru dapat tawaran, ya mungkin belum rejeki. Satu setengah tahun lalu beliau belum bergabung di perusahaan tersebut. Saya sangat berterimakasih atas perhatian dan ajakannya untuk mau bergabung dengannya. Berterimakasih karena saya tidak melamar dan saya tidak meminta pekerjaan, tapi ditawarkan pekerjaan olehnya. Kebetulan saat itu dan saat ini saya masih karyawan baru di perusahaan tempat saya sekarang. Karena saat ini saya baru 6 bulan bekerja di tempat yang sekarang.
Satu yang menarik ketika beliau meyakinkan saya untuk mau bergabung bersamanya. 
Comfort Zone, beliau menawarkan itu.
Beliau berkata bahwa kita harus bekerja dengan profesional, bukan karena kita tidak enak atas kebaikan orang. Kita harus menghilangkan rasa ewuh pekewuh(tidak enak atas kebaikan orang).
Saya juga harus mengakui bahwa kita harus bekerja profesional. Tapi bukankah ewuh pekewuh juga bagian dari komitmen. Jadi akhirnya saya juga belum bisa bergabung dengannya.

Enam bulan lalu saya masuk perusahaan ini juga karena di ajak bergabung. Saya masuk perusahaan sekarang, atas ajakan dari pimpinan dan manager perusahaan. Saya masuk perusahaan ini setelah lima kali saya pernah menolaknya, hingga akhirnya ajakan yang ke enam saya mau bergabung. Satu yang saya ingat ketika hari tanda tangan kesediaan saya bergabung adalah, pimpinan berkata" saya tidak ingin karyawan yang bergabung dengan saya hanya untuk bekerja sebentar saja". Dan inilah komitmen saya ketika saya harus menolak ajakan perusahaan yang saya ceritakan diatas. Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya pada beliau yang diceritakan diatas yang telah mengajak saya.
Tanpa ada pengalaman kerja untuk bidang yang sama, saya disini dididik benar-benar dari nol. Satu lagi ingatan saya, pimpinan berkata "ini memang hal yang baru buat kamu, tapi saya yakin kamu bisa". 

Akhir tahun 1999 saya juga pernah diajak bekerja oleh seseorang di Amerika. Saat itu saya juga masih karyawan baru di sebuah perusahaan furniture. Saat itu saya baru bekerja sekitar 4 bulan.
Terkadang kita menginginkan sesuatu, tapi apa daya takdir berkata lain. Kita punya kehendak, Tuhan punya kehendak, akhirnya kehendak Tuhan yang menang.

Akhir cerita apakah saya selalu menjaga komitmen.......? entahlah...... atau bentuk saya untuk saya selalu menjaga lidah ini ketika telah terucap atau menyetujui sesuatu maka saya harus melaksanakannya. 
Adalah hak yang membaca tulisan ini untuk melihat dari sudut pandang sebelah mana,
wallahu a`lam

Saturday, August 15, 2015

PERBINCANGAN SAMBIL LALU

Minggu yang lalu saya ada jalan bersama teman  saya yang mantan aktivis HMI. Kebetulan saya tidak bisa mengendarai mobil, jadi saya minta dia untuk bantu saya membawakan mobil kantor untuk ambil sample produk di daerah Cilegon.

Dalam perjalanan kita berbincang tentang banyak hal. dari mulai politik sampai apa saja yang terlihat di jalan kita perbincangkan. Sampai ketika dia berbicara tentang hantu dan setan, membuat saya ingin membuat ceritanya di sini.
Ini menarik bagi saya, karena  tulisan saya di blog ini pernah menulis tentang setan dan hantu. Mungkin merefresh tulisan lalu.

Perbincangan atau percakapan awal di mulai dengan pertanyaanya kepada saya.
"Mengapa hantu atau setan  selalu diwujudkan dengan tertawa......?????"
"Saya tidak tahu", jawab saya.
"Coba kamu perhatikan, setiap kamu nonton tv, setannya selalu tertawa. bahkan di alam nyata, konon hantunya juga tertawa", lanjut dia.
"Saya orang yang tidak percaya setan dan iblis sebagai makhluk", kata saya.
Kenapa?
Saya menempatkan Tuhan sebagai yang maha, karena Tuhan maha maka Tuhan tidak mempunyai kekurangan sedikitpun. Tuhan maha baik. Jadi keburukan atau ketidak baikan berada di luar dari pada Tuhan.
Lho, tapi Tuhan maha menyiksa, maha menyempitkan, di sisi lain maha melapangkan.....?????
Betul, tapi semua siksaan dan apapun yang buruk itu sebagai akibat. Jadi Tuhan selalu mengingatkan, jangan berbuat buruk, kalau buruk itu kamu nanti tersiksa. Jadi siksaan itu sebenarnya manusia sendiri yang membuatnya, dengan ijin Tuhan(karena kalau Tuhan berkehendak orang itu ditolongnya pasti Tuhan mampu, tapi harus ingat Tuhan maha adil. Jadi Tuhan membiarkan orang tersebut tersiksa oleh dirinya sendiri. itu yang membuat kita juga menyebut Tuhan maha menyiksa).
Manusia tersiksa dan masuk neraka sebenarnya itu dia sendiri yang menginginkannya.
Tuhan maha baik karenanya kalau kita berbuat baik berarti kita menuju Tuhan. kalau sebaliknya berarti kita membelakangi Tuhan, yang otomatis kita berjalan semakin jauh dari Tuhan. Keterjauhan kita dari Tuhan, Tuhan menyebutnya neraka, dan kita akan berada di dalamnya kalau jauh dari Tuhan.

Kemudian teman saya tanya lagi, menurut kamu ketika iblis terusir dari surga, lalu adam dan hawa terusir juga dari surga, itu kebetulan atau by design........?????
"by design", jawab saya.
"Cocok. betul." kata dia.
"Tidak mungkin Tuhan yang maha tahu tidak mengetahui bahwa adam dan hawa akan melakukan memetik buah khuldi disurga. Tuhan dapat mengetahui sebelum kejadian". Dia melanjutkan.

Tapi pemahaman saya tentang buah khudi itu, bukan sebagai buah yang benar-benar nyata buah.
"Lalu....?" tanya dia.

Begini, Tuhan melarang adam dan hawa untuk mendekati pohon.
Pemahamannya menjadi, karena adam dan hawa mendekati pohon khuldi maka mereka memetik buah khuldi.
Pohon itu yang saya pahami adalah perbuatan. 
Adam dan hawa mendekati pohon=adam dan hawa melakukan
Karena adam dan hawa sudah melakukan(mendekati pohon) maka mereka memetik buahnya=hasilnya.
Hasilnya apa, ya terusir dari surga.

Ok. perjalanan segera berakhir. kita sudah keluar tol serpong bintaro, selanjutnya pulang jam 18.00.

wallahu a`alam

NB. :
Mohon maaf kalau ada yang beda pemahaman.
Intinya sebenarnya sama. Kita beriman kepada Allah.


Friday, October 3, 2014

SUDAH SEIMBANGKAH POLA HIDUP SAYA.....???

Ketika kita sedang sehat banyak-banyaklah bersyukur atas karunia yang sangat besar, yaitu kesehatan.
Banyak manusia lupa mensyukuri adanya nikmat kesehatan ketika  sedang sehat.
Ketika sedang sehat kita bisa banyak sekali melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Oleh karenanya kita harus selalu ingat dan harus bersyukur atas kesehatan yang kita punya.

Kebanyakan dari kita baru sadar pentingnya kesehatan setelah datangnya sakit.
Sebenarnya apa itu sich sakit......???
Sakit adalah peringatan dari ALLAH bahwa pola kehidupan yang kita jalani tidak seimbang. Atau dengan kata lain ada satu sisi yang kelebihan, atau adapula satu sisi kekurangan..
Ketika kita sakit jasmani mudah sekali kita mengetahui gejala atau penyebab yang membuat kita sakit. Yaitu tadi, sebabnya tidak seimbang.

Kalau orang kekurangan gizi akibatnya orang jadi sakit gizi buruk. Tapi kalau kita kelebihan gizi, akibatnya kita bisa obesitas. Ketika kita kurang buah-buahan tubuh kita serasa kering dan gersang, tapi ketika kita banyak menyantap buah akibatnya bisa diare dan buang-buang air besar.

Ketika kita di peringatkan oleh ALLAH dengan sakit, maka bersyukurlah. Kemudian mengingat kita melakukan apa yang telah lalu-lalu, lalu kita seimbangkan kembali. Sambil berdoa kepada ALLAH semoga segera di beri kesehatan. Jangan-jangan kita lupa kalau kita kurang istirahat, lalu karena kita tidak segera menyeimbangkan akhirnya di paksa sama ALLAH untuk segera menyeimbangkan dengan musibah sakit, supaya kita dipaksa untuk istirahat.

Ketika rohani kita yang sakit banyak orang yang tidak merasa, sehingga kehidupannya hanya di penuhi dengan kegiatan-kegiatan yang memenuhi kebutuhan jasmani. Padahal rohaninya gersang.
Laju derap pembangunan fisik harus diiringi dengan laju pembangunan mental dan spiritual, kalau tidak maka manusia indonesia hanya menjadi obyek pembangunan, begitu kira-kira bapak soeharto waktu jamannya sering ngomong yang begituan. Maksudnya manusia indonesia harus menjadi subyek pembangunan, bukan obyek. 
Lho......kok ga nyambung.....??????

Ya intinya kita hidup harus seimbang lahir batin, jasmani dan rohani. Jangan hanya membangun fisik saja, tetapi manusianya juga di bangun. Pendidikan dan agama itu sangat penting jangan di abaikan.
Akhirnya semoga kita selalu bisa menjalani hidup dengan seimbang. Sehingga hidup selalu sehat jasmani rohani ceria dan bahagia.   Amiiin